About Me

Foto saya
aku hanya manusia yang ingin berkarya...walau berkarya dengan pikiran yang suntuk...aku tetap berusaha berkarya

26 Desember, 2008

Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...


Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...

Namun aku sering kali mengecewakanmu...
Seringkali aku buatmu menangis...
Acap kali diriku buatmu marah...
Tak jarang dirimu pun putus asa karenaku...

Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti menyayangiku
Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti mencintaiku

Dari rahimmu aku lahir...
Di rahimmu ruhku ditiupkan oleh-Nya
Dalam rahimmu aku memperoleh kehidupan
Melalui perjuanganmu aku terlahir ke dunia

Ya Tuhan,
Biarkan aku membahagiakannya...
Biarkan aku membalas semua kebaikannya...
Biarkan aku menjadi tumpuannya...

Ya Tuhan,
Hanya Engkau Maha Tahu...
Berapa besar kasihku padanya...pada ibuku
Berapa besar cintaku padanya...pada ibuku

Mungkinkah aku dapat bahagiakan dirinya?
Akankah mimpinya terwujud?
Hanya pada-Mu aku bisa bermohon...

LENYAP

Lenyap

Tadi ramai...tadi bising
Sekarang sepi, sekarang sunyi...
Tadi berkawan...sekarang sendiri
Semua hilang lenyap...tanpa suara


Tadi terang...tadi cerah
Tadi bercahaya...tadi bersinar
Sekarang gelap, sekarang kelam
Semua hilang lenyap...tak ada yang abadi

Dulu di atas...lalu di bawah
Dulu berharta...sekarang papa
Semua hilang lenyap...hanya titipan

Dulu Hitam...jadi putih
Semua lalu lenyap...tak berbekas

Lenyap...
...

24 Desember, 2008

Jejak Langkah Seorang Perempuan

Aku adalah perempuan...
Dia adalah perempuan...
Bisa jadi kamu pun perempuan...

Terkadang perempuan menjadi kuat...
Terkadang juga sosok yang lemah...
Namun perempuan itu cerdas....
Saat dia bisa mengendalikan semua....



Perempuan melahirkan...
Perempuan membesarkan...
Perempuan merawat...dan...
Perempuan juga kadang tersakiti....

Apa ini yang dinamakan keadilan?
Apa ini arti dari kaum hawa?

Namun perempuan tonggak kehidupan...
Jejak langkahnya tentukan masa depan...
Masa depan generasi muda...
Karena mereka terlahir dari rahimnya...

22 Desember, 2008

Untuk Para Ibu

Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...

Namun aku sering kali mengecewakanmu...
Seringkali aku buatmu menangis...
Acap kali diriku buatmu marah...
Tak jarang dirimu pun putus asa karenaku...


Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti menyayangiku
Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti mencintaiku



Dari rahimmu aku lahir...
Di rahimmu ruhku ditiupkan oleh-Nya
Dalam rahimmu aku memperoleh kehidupan
Melalui perjuanganmu aku terlahir ke dunia

Ya Tuhan,
Biarkan aku membahagiakannya...
Biarkan aku membalas semua kebaikannya...
Biarkan aku menjadi tumpuannya...

Ya Tuhan,
Hanya Engkau Maha Tahu...
Berapa besar kasihku padanya...pada ibuku
Berapa besar cintaku padanya...pada ibuku

Mungkinkah aku dapat bahagiakan dirinya?
Akankah mimpinya terwujud?
Hanya pada-Mu aku bisa bermohon...

12 Desember, 2008

Hitam Putih Persahabatan

persahabatan bagai kepompong...itu kata sebuah lirik lagu...
persahabatan itu suci...bagiku...
tapi ada sebagian orang yang menganggap persahabatan adalah sebuah cara untuk menemukan satu atau bahkan lebih kekurangan yang dimiliki seseorang...tentunya yang dianggap sahabat...
bertemu orang seperti ini membuat aku merasa benci dan ingin rasanya jadi orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain...

tapi aku berteman dengannya begitu tulus...hanya saja,dia selalu merasa yang ter- dan dia juga selalu berusaha membuat aku rendah di hadapan orang lain...
kenapa orang seperti mempunyai banyak dan lebih banyak teman...apa karena dia selalu menjaga harga dirinya?
apa sebuah persahabatan dibangun untuk mendongkrak harga diri kita dengan cara menjatuhkan sahabat kita?
hitam, putih persahabatan...mungkin judul ini tidak cocok...tapi memang persahabatan pasti memiliki corak tersendiri.

11 Desember, 2008

Retak

Gelas kristal itu memang indah
Boneka porcelain pasti cantik
Namun semua tidak pernah abadi
Karena akan hilang bila retak

Aku selalu tersenyum bersamamu
Aku selalu tertawa menghiasi harimu
Sebagai sahabatmu dulu
Namun kini tidak lagi,saat kau buat retak

Retak kecantikan yang kau miliki
Retak kecerdasanmu di mataku
Retak sudah kesempurnaanmu itu
Saat egomu membuat lantak semua

10 Desember, 2008

Lelah Hati

Aku bertahan dalam sepi
Berteriak dalam sunyi
Aku berdiri di bawah hujan
Menanti sebuah keajaiban

Aku bertanya pada diam
Kenapa hariku begitu kelam
Aku tak mengerti hariku
Yang penuh kegalauan dan kegelisahan itu

Akhirnya aku terhenti di satu sudut
Menanti ajal menjemput
Aku bosan dengan semua ini
Lelah dan ingin mati

Sampai nanti waktu berhenti
Aku akan tetap di sini
Di sudut kehidupan
Tanpa berkawan

Apa Jalang bisa Bahagia?

Apa itu rasa cinta...
Apa itu rasa sakit hati...
Apa itu tertawa...
Apa itu menangis...
Aku bertanya apa, karena aku nyaris lupa
Aku bertanya apa, karena aku sudah bosan...
Kenapa cinta itu harus ada...
Kenapa harus saling menyakiti...
Kenapa kita bisa tertawa saat cinta hadir...
Kenapa kita bisa menangis kala cinta pergi...
Aku bertanya kenapa, karena aku bingung
Aku bertanya kenapa, karena aku butuh jawaban...
Bila seorang gadis jatuh cinta...
Maka dewa amor akan mendampingi...
Bila seorang jalang jauh cinta...
Apakah dewa amor akan menemani?
Ah...
Aku sadar kalau jalang tetaplah jalang...
Aku mengerti kalau lacur tetaplah lacur...
Tapi tetap mereka ingin merasakan cinta...
Terkadang mereka lupa...
Jalang ada karena mereka...
Terkadang mereka lupa...
Kalau Jalang hadir untuk mereka...
Untukmu para penanti cinta sejati...
Untukmu para perempuan...
Untukmu para Jalang....
dan untukmu para lacur...
Aku bertanya kenapa mereka begitu
Aku ingin tahu kenapa mereka tak berharga
Aku ingin mengerti kenapa...
Kenapa jalang sulit untuk bahagia...

aku Ingin sendiri

aku lelah dengan semua ini
aku bagai terpuruk jatuh ke dalam jurang
entah sudah berapa kali
entah sudah berapa waktu
aku selalu terjatuh di tempat yang sama
aku ini keledai atau aku ini idiot?

sudah aku benar-benar lelah
sudah aku benar-benar muak
aku ingin sendiri sekarang
aku ingin tenang
aku ingin meniti jalan
tanpa dirimu, dirinya atau pun mereka

sudah aku mencoba tegar
sudah aku akan berhenti menangis
aku tidak akan bersedih
aku yakin Tuhan pasti mengerti
bila nanti aku sampai pada batas waktuku
aku tidak akan mengelak

kini biarkan aku berlalu
karena aku ingin sendiri

09 Desember, 2008

Kesempurnaan Sang Bintang

Malam ini aku banyak menulis tentang malam...
Entah kenapa malam jadi objek yang menarikku...
dalam temaramnya, selalu ada sang bulan
Tapi bulan tidak bercahaya sendiri
Dia hanya sebuah pantulan dari cahaya mentari
aku menengadah mencari keindahan
Kerlip kecil di atas langit, bagai kunang-kunang
aku melihatnya...
itukah keindahan malam?
aku melihatnya...
itukah kesempurnaan ciptaan Tuhan?
Aku melihat gugusan bintang....
aku bukanlah astronom yang tahu gugusan apa itu
yang aku tahu, hanyalah :
Aku melihat kesempurnaan sang bintang

Tentang Jalang, Janda, dan Perawan

awan yang lembut tidak berarti putih...
kertas yang kosong juga tidak mutlak bersih...
wanita, perempuan...
kami juga punya segudang kekurangan...

apa kekurangan itu buat kami rendah?
apa kekurangan itu buat kami tak indah?
aku tidak mengerti yang mereka pikir
aku tidak mengerti yang kalian pikir

tentang kami, tentang mereka
tentang kalian dan tentang kamu

apa kekurangan itu buat kami rendah?
apa kekurangan itu buat kami tak indah?
aku tidak mengerti yang mereka pikir
aku tidak mengerti yang kalian pikir

tentang janda, tentang perawan
tentang sang istri dan tentang sang jalang

kami tetaplah wanita perempuan
yang ingin perlindungan
kami tak ingin dikucilkan
hanya karena kami jauh dari kesempurnaan

08 Desember, 2008

Malam Bicara padaku

Malam menyapaku dalam kelamnya. Terkadang aku menangis saat sang bayu menerpa wajah ini. Menyapaku dan seolah ingin mengatakan sesuatu padaku. Kemarin aku terjatuh dalam jurang yang dalam. Begitu dalamnya hingga aku nyaris tak dapat untuk keluar. Aku sendiri tidak mengerti bagaimana caranya untuk keluar.

Malam menyapaku dengan rembulannya. Saat itu aku tersenyum ketika cahaya rembulan jatuh menyinari wajah ini. Mengingatkanku dan sepertinya dia ingin mengatakan hal yang tak terucap oleh siapapun.Bahwa kemarin aku terjatuh, sekarang aku bisa perlahan merangkak naik. Begitu dalamnya jurang itu, tapi aku harus kuat karena aku tidak sendiri. Aku kini tahu caranya untuk keluar.

Malam menyapaku di hari lain. Aku tak menangis tapi aku juga tidak tertawa. Dia juga tidak menyapaku atau mengingatkanku. Tapi yang pasti dia akan selalu mengingat bahwa ada seorang perempuan yang selalu menanti kehadiran malam-malam berikutnya. Untuk mengadu pada bayu dan bulan.

Aku suka menulis tentang malam. Karena malam yang selalu setia menemani kesendirianku. Kesunyian yang terkadang aku rasa tak berpenghujung...aku nyaman dengan malam. Aku nyaman dengan kesunyian, tapi ada sebuah kekosongan yang selalu menghantuiku. Kekosongan hati, kehausan akan diri ini pada kasih sayang Ilahi Rabbi...

Aku suka menulis tentang malam, tapi aku belum juga melaksanakan panggilan lail. Ya Rabb, Engkau telah beriku kehidupan yang nyaris sempurna tapi aku tidak pernah mensyukurinya...Ya Rabb, aku lalai. Tapi Engkau masih saja menyayangi umat-Mu ini. Malam jadi teman setiaku dan malam jadi teman ceritaku. Karena saat malam Engkau lebih mendengarkanku. Karena saat malam, mereka sedang tertidur... Ya Rabb, biarkan aku menangis dan mengadu tentang sepiku ini pada-Mu.