About Me

Foto saya
aku hanya manusia yang ingin berkarya...walau berkarya dengan pikiran yang suntuk...aku tetap berusaha berkarya

30 Januari, 2009

Masih Menanti

Aku terkadang tidak mengerti
Tersakiti tapi masih menanti
Aku terkadang tidak sadar
Kalau aku sudah terkapar

Tak berdaya...
Masih menanti...

Walau aku tahu
Aku tetap menutup mata
Walau aku paham
Aku tetap saja diam

Tak berdaya...dan
Masih menanti...

Aku lelah aku tersenyum
Aku sakit aku tersenyum
Aku lemah aku tersenyum
Saat jenuh aku nelangsa

Tak berdaya...terus saja
Masih menanti...

23 Januari, 2009

Goresan Tinta Untuk Palestina

Dirimu senyap dalam bising
Sunyi dalam Ramai
Airmata di atas darah
Merintih di bawah duka

Suara dentum senjata tak henti
Betapa banyak yang teraniaya
Desing senapan bernyanyi bagai simphony
Tak henti merenggut nyawa

Kapan kau tersenyum lagi
Palestina...
Kapan kau bersinar lagi
Palestina...

Awan hitam menggelayut
Menutup segala keindahanmu
Aku, kami, dia dan mereka
Hanya bisa memberimu semangat

Langitmu kelam tak bercahaya
Seolah kau begitu redup
Aku, kami, dia dan mereka
Hanya bisa berdoa

Hanya goresan tinta ini
Yang dapat aku berikan
Untukmu Palestina

14 Januari, 2009

untitled

Hari aku berdiri sendiri lagi...
Ternyata aku begitu nyaman...
Hari ini aku sepi lagi...
Ternyata begitu tenang...

Hari ini aku ditelan malam...
Hari ini aku ditelan kelam...
Hari ini begitu hitam...

Aku sadar aku ingin sendiri
Tapi aku sadar aku butuh dirimu
Aku lelah...
Aku rapuh...

Aku tahu aku tak mungkin bertahan...
Aku sadari hati ini masih mencinta...
Tapi aku tidak mampu berjuang...
Tapi aku selalu terhimpit...

Aku bosan dengan cinta
Aku muak dengan cinta
Aku lelah dengan semua...
Aku ingin berhenti

07 Januari, 2009

MENUNGGU

Aku masih di sini
Berdiri di bawah hujan
Basah dan kedinginan
Menunggu...

Aku masih di sini
Berdiri di tengah gelap malam
Sendiri tak berkawan
Menunggu...

Kapan kau kembali
Kapan kita bersama lagi
Kapan aku bisa denganmu
Kapan semua ini berakhir

Bertanya, apa kau juga sama
Bertanya, apa dirimu juga menunggu
Bertanya, kapan dirimu kembali
Bertanya, mungkinkah semua berakhir

Hanya satu kata yang ada :
Menunggu
Hanya satu hal yang pasti :
Menunggu

06 Januari, 2009

HUJAN

Hujan...
Titik mutiara langit jatuh
Membasahi bumi yang kuhuni
Dingin menusuk sendiri berkelana

Hujan...
Butiran anugerah-Nya jatuh
Mengguyur seluruh umat manusia
Hangat penuh rahmat dari-Nya

Kadang hujan dinanti
Kadang hujan membawa luka
Kadang hujan dicerca
kadang hujan dirindukan

Hujan membawa kebahagiaan
Bila kita senantiasa bersyukur
Hujan membawa pertaka
Bila kita sendiri lalai...

Hujan...Hujan...
Hujan...

Telah menyejukkan bumi
Dari kemarau panjang...
Begitu Maha Adil Tuhan
Membuat makhluknya tersenyum kembali

01 Januari, 2009

Hitam Tak Selamanya Hitam

Mendung tak selalu mendung
Hujan turun menyingkirkan hitam
Cahaya menyeruak dalam celah
Datang menyinari dunia lagi...

Mentari tak selamanya terang
Terkadang tertutup awan kelam
Cahaya terkungkung tak ada celah
Hingga dunia tak terang lagi..

Manusia tak selamanya putih
Manusia tak selamanya lurus
Manusia tempat berkumpulnya kesalahan
Manusia itu bisa jadi hitam

Putih takkan berarti tanpa hitam
Hitam takkan hitam tanpa putih
Putih tak sepenuhnya putih
Hitam tak sepenuhnya hitam

Jangan melihat hitam seseorang
Lihat putih yang pernah dilakukan
Maka hati kita akan bijak
Karena sadar manusia tak ada yang sempurna...

26 Desember, 2008

Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...


Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...

Namun aku sering kali mengecewakanmu...
Seringkali aku buatmu menangis...
Acap kali diriku buatmu marah...
Tak jarang dirimu pun putus asa karenaku...

Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti menyayangiku
Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti mencintaiku

Dari rahimmu aku lahir...
Di rahimmu ruhku ditiupkan oleh-Nya
Dalam rahimmu aku memperoleh kehidupan
Melalui perjuanganmu aku terlahir ke dunia

Ya Tuhan,
Biarkan aku membahagiakannya...
Biarkan aku membalas semua kebaikannya...
Biarkan aku menjadi tumpuannya...

Ya Tuhan,
Hanya Engkau Maha Tahu...
Berapa besar kasihku padanya...pada ibuku
Berapa besar cintaku padanya...pada ibuku

Mungkinkah aku dapat bahagiakan dirinya?
Akankah mimpinya terwujud?
Hanya pada-Mu aku bisa bermohon...

LENYAP

Lenyap

Tadi ramai...tadi bising
Sekarang sepi, sekarang sunyi...
Tadi berkawan...sekarang sendiri
Semua hilang lenyap...tanpa suara


Tadi terang...tadi cerah
Tadi bercahaya...tadi bersinar
Sekarang gelap, sekarang kelam
Semua hilang lenyap...tak ada yang abadi

Dulu di atas...lalu di bawah
Dulu berharta...sekarang papa
Semua hilang lenyap...hanya titipan

Dulu Hitam...jadi putih
Semua lalu lenyap...tak berbekas

Lenyap...
...

24 Desember, 2008

Jejak Langkah Seorang Perempuan

Aku adalah perempuan...
Dia adalah perempuan...
Bisa jadi kamu pun perempuan...

Terkadang perempuan menjadi kuat...
Terkadang juga sosok yang lemah...
Namun perempuan itu cerdas....
Saat dia bisa mengendalikan semua....



Perempuan melahirkan...
Perempuan membesarkan...
Perempuan merawat...dan...
Perempuan juga kadang tersakiti....

Apa ini yang dinamakan keadilan?
Apa ini arti dari kaum hawa?

Namun perempuan tonggak kehidupan...
Jejak langkahnya tentukan masa depan...
Masa depan generasi muda...
Karena mereka terlahir dari rahimnya...

22 Desember, 2008

Untuk Para Ibu

Tak lepas engkau berdoa...
Tak pernah lelah dirimu jadi tumpuanku...
Tak pernah telingamu tertutup dengar keluhku...
Tak pernah terhenti tanganmu memelukku...

Namun aku sering kali mengecewakanmu...
Seringkali aku buatmu menangis...
Acap kali diriku buatmu marah...
Tak jarang dirimu pun putus asa karenaku...


Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti menyayangiku
Meski begitu dirimu tak pernah lelah
Dirimu tak pernah berhenti mencintaiku



Dari rahimmu aku lahir...
Di rahimmu ruhku ditiupkan oleh-Nya
Dalam rahimmu aku memperoleh kehidupan
Melalui perjuanganmu aku terlahir ke dunia

Ya Tuhan,
Biarkan aku membahagiakannya...
Biarkan aku membalas semua kebaikannya...
Biarkan aku menjadi tumpuannya...

Ya Tuhan,
Hanya Engkau Maha Tahu...
Berapa besar kasihku padanya...pada ibuku
Berapa besar cintaku padanya...pada ibuku

Mungkinkah aku dapat bahagiakan dirinya?
Akankah mimpinya terwujud?
Hanya pada-Mu aku bisa bermohon...

12 Desember, 2008

Hitam Putih Persahabatan

persahabatan bagai kepompong...itu kata sebuah lirik lagu...
persahabatan itu suci...bagiku...
tapi ada sebagian orang yang menganggap persahabatan adalah sebuah cara untuk menemukan satu atau bahkan lebih kekurangan yang dimiliki seseorang...tentunya yang dianggap sahabat...
bertemu orang seperti ini membuat aku merasa benci dan ingin rasanya jadi orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain...

tapi aku berteman dengannya begitu tulus...hanya saja,dia selalu merasa yang ter- dan dia juga selalu berusaha membuat aku rendah di hadapan orang lain...
kenapa orang seperti mempunyai banyak dan lebih banyak teman...apa karena dia selalu menjaga harga dirinya?
apa sebuah persahabatan dibangun untuk mendongkrak harga diri kita dengan cara menjatuhkan sahabat kita?
hitam, putih persahabatan...mungkin judul ini tidak cocok...tapi memang persahabatan pasti memiliki corak tersendiri.

11 Desember, 2008

Retak

Gelas kristal itu memang indah
Boneka porcelain pasti cantik
Namun semua tidak pernah abadi
Karena akan hilang bila retak

Aku selalu tersenyum bersamamu
Aku selalu tertawa menghiasi harimu
Sebagai sahabatmu dulu
Namun kini tidak lagi,saat kau buat retak

Retak kecantikan yang kau miliki
Retak kecerdasanmu di mataku
Retak sudah kesempurnaanmu itu
Saat egomu membuat lantak semua

10 Desember, 2008

Lelah Hati

Aku bertahan dalam sepi
Berteriak dalam sunyi
Aku berdiri di bawah hujan
Menanti sebuah keajaiban

Aku bertanya pada diam
Kenapa hariku begitu kelam
Aku tak mengerti hariku
Yang penuh kegalauan dan kegelisahan itu

Akhirnya aku terhenti di satu sudut
Menanti ajal menjemput
Aku bosan dengan semua ini
Lelah dan ingin mati

Sampai nanti waktu berhenti
Aku akan tetap di sini
Di sudut kehidupan
Tanpa berkawan

Apa Jalang bisa Bahagia?

Apa itu rasa cinta...
Apa itu rasa sakit hati...
Apa itu tertawa...
Apa itu menangis...
Aku bertanya apa, karena aku nyaris lupa
Aku bertanya apa, karena aku sudah bosan...
Kenapa cinta itu harus ada...
Kenapa harus saling menyakiti...
Kenapa kita bisa tertawa saat cinta hadir...
Kenapa kita bisa menangis kala cinta pergi...
Aku bertanya kenapa, karena aku bingung
Aku bertanya kenapa, karena aku butuh jawaban...
Bila seorang gadis jatuh cinta...
Maka dewa amor akan mendampingi...
Bila seorang jalang jauh cinta...
Apakah dewa amor akan menemani?
Ah...
Aku sadar kalau jalang tetaplah jalang...
Aku mengerti kalau lacur tetaplah lacur...
Tapi tetap mereka ingin merasakan cinta...
Terkadang mereka lupa...
Jalang ada karena mereka...
Terkadang mereka lupa...
Kalau Jalang hadir untuk mereka...
Untukmu para penanti cinta sejati...
Untukmu para perempuan...
Untukmu para Jalang....
dan untukmu para lacur...
Aku bertanya kenapa mereka begitu
Aku ingin tahu kenapa mereka tak berharga
Aku ingin mengerti kenapa...
Kenapa jalang sulit untuk bahagia...

aku Ingin sendiri

aku lelah dengan semua ini
aku bagai terpuruk jatuh ke dalam jurang
entah sudah berapa kali
entah sudah berapa waktu
aku selalu terjatuh di tempat yang sama
aku ini keledai atau aku ini idiot?

sudah aku benar-benar lelah
sudah aku benar-benar muak
aku ingin sendiri sekarang
aku ingin tenang
aku ingin meniti jalan
tanpa dirimu, dirinya atau pun mereka

sudah aku mencoba tegar
sudah aku akan berhenti menangis
aku tidak akan bersedih
aku yakin Tuhan pasti mengerti
bila nanti aku sampai pada batas waktuku
aku tidak akan mengelak

kini biarkan aku berlalu
karena aku ingin sendiri

09 Desember, 2008

Kesempurnaan Sang Bintang

Malam ini aku banyak menulis tentang malam...
Entah kenapa malam jadi objek yang menarikku...
dalam temaramnya, selalu ada sang bulan
Tapi bulan tidak bercahaya sendiri
Dia hanya sebuah pantulan dari cahaya mentari
aku menengadah mencari keindahan
Kerlip kecil di atas langit, bagai kunang-kunang
aku melihatnya...
itukah keindahan malam?
aku melihatnya...
itukah kesempurnaan ciptaan Tuhan?
Aku melihat gugusan bintang....
aku bukanlah astronom yang tahu gugusan apa itu
yang aku tahu, hanyalah :
Aku melihat kesempurnaan sang bintang

Tentang Jalang, Janda, dan Perawan

awan yang lembut tidak berarti putih...
kertas yang kosong juga tidak mutlak bersih...
wanita, perempuan...
kami juga punya segudang kekurangan...

apa kekurangan itu buat kami rendah?
apa kekurangan itu buat kami tak indah?
aku tidak mengerti yang mereka pikir
aku tidak mengerti yang kalian pikir

tentang kami, tentang mereka
tentang kalian dan tentang kamu

apa kekurangan itu buat kami rendah?
apa kekurangan itu buat kami tak indah?
aku tidak mengerti yang mereka pikir
aku tidak mengerti yang kalian pikir

tentang janda, tentang perawan
tentang sang istri dan tentang sang jalang

kami tetaplah wanita perempuan
yang ingin perlindungan
kami tak ingin dikucilkan
hanya karena kami jauh dari kesempurnaan

08 Desember, 2008

Malam Bicara padaku

Malam menyapaku dalam kelamnya. Terkadang aku menangis saat sang bayu menerpa wajah ini. Menyapaku dan seolah ingin mengatakan sesuatu padaku. Kemarin aku terjatuh dalam jurang yang dalam. Begitu dalamnya hingga aku nyaris tak dapat untuk keluar. Aku sendiri tidak mengerti bagaimana caranya untuk keluar.

Malam menyapaku dengan rembulannya. Saat itu aku tersenyum ketika cahaya rembulan jatuh menyinari wajah ini. Mengingatkanku dan sepertinya dia ingin mengatakan hal yang tak terucap oleh siapapun.Bahwa kemarin aku terjatuh, sekarang aku bisa perlahan merangkak naik. Begitu dalamnya jurang itu, tapi aku harus kuat karena aku tidak sendiri. Aku kini tahu caranya untuk keluar.

Malam menyapaku di hari lain. Aku tak menangis tapi aku juga tidak tertawa. Dia juga tidak menyapaku atau mengingatkanku. Tapi yang pasti dia akan selalu mengingat bahwa ada seorang perempuan yang selalu menanti kehadiran malam-malam berikutnya. Untuk mengadu pada bayu dan bulan.

Aku suka menulis tentang malam. Karena malam yang selalu setia menemani kesendirianku. Kesunyian yang terkadang aku rasa tak berpenghujung...aku nyaman dengan malam. Aku nyaman dengan kesunyian, tapi ada sebuah kekosongan yang selalu menghantuiku. Kekosongan hati, kehausan akan diri ini pada kasih sayang Ilahi Rabbi...

Aku suka menulis tentang malam, tapi aku belum juga melaksanakan panggilan lail. Ya Rabb, Engkau telah beriku kehidupan yang nyaris sempurna tapi aku tidak pernah mensyukurinya...Ya Rabb, aku lalai. Tapi Engkau masih saja menyayangi umat-Mu ini. Malam jadi teman setiaku dan malam jadi teman ceritaku. Karena saat malam Engkau lebih mendengarkanku. Karena saat malam, mereka sedang tertidur... Ya Rabb, biarkan aku menangis dan mengadu tentang sepiku ini pada-Mu.